Macam-Macam Obat Tradisional yang Sering diKonsumsi

Macam-Macam-Obat-Tradisional-yang-Sering-diKonsumsi

Ada beberapa jenis obat-obatan tradisionil di luar sana yang biasa dipakai untuk menangani beberapa situasi kesehatan. Namun, BPOM mengelompokkan OT ke tiga kelompok berdasar pada type manfaat, cara membuat, serta langkah pembuktikan khasiatnya. 

Obat tradisionil di Indonesia pada umumnya terdiri tiga yakni, jamu, obat herbal terstandar (OHT), serta fitofarmaka. Apa perbedaannya? 

Jamu 

Jamu ialah obat tradisionil memiliki bahan basic tumbuhan yang di proses jadi bentuk serbuk seduhan, pil, serta cairan langsung minum. Biasanya obat tradisionil ini dibikin dengan merujuk pada resep warisan leluhur. Anda dapat membuat jamu sendiri di dalam rumah memakai tanaman obat keluarga (TOGA) atau dibeli dari penjual jamu gendong. 

Satu jenis jamu dapat terbuat dari kombinasi 5-10 jenis tanaman, bahkan bisa saja lebih. Tiap-tiap sisi tanaman dari mulai akar, batang, daun, kulit, buah, serta bijinya dapat digunakan untuk membuahkan jamu. 

Mengambil contoh yang sangat umum ialah jamu kunyit asam. Jamu kunyit asam dipercaya bisa menolong menurunkan ngilu haid karena kunyit memiliki kandungan kurkumin yang kurangi produksi hormon prostaglandin pemicu kejang otot pada rahim. Diluar itu, jamu ini pula cukuplah seringkali dipakai menjadi obat pegal-pegal serta ramuan penghilang berbau tubuh. 

Contoh jamu umum yang lain ialah jamu beras kencur serta jamu temulawak. Jamu beras kencur di proses dari kombinasi beras, kencur, asam jawa, dan gula merah seringkali dipakai menjadi penambah stamina serta nafsu makan. Jamu beras kencur dapat menangani permasalahan pencernaan, sesak napas, pilek, sampai sakit kepala. Selain itu, jamu temulawak pun punya potensi untuk menyembuhkan permasalahan osteoarthritis. 

Berdasar pada Ketetapan Kepala BPOM, jamu tidak membutuhkan pembuktian ilmiah sampai uji klinis di laboratorium. Satu ramuan tradisionil dapat disebutkan jamu jika keamanan serta khasiatnya sudah dapat dibuktikan berdasar pada pengalaman langsung pada manusia saat beberapa ratus tahun. 

Obat herbal terstandar (OHT) 

Obat herbal terstandar (OHT) ialah obat tradisionil yang terbuat dari ekstrak atau sari bahan alam bisa berbentuk tanaman obat, sari binatang, ataupun mineral. 

Berlainan dengan jamu yang umumnya dibikin lewat cara di rebus, cara membuat OHT telah memakai tehnologi maju serta terstandar. Produsen OHT mesti pastikan jika beberapa bahan baku yang dipakai serta mekanisme ekstraksinya telah sesuai dengan standard BPOM. Tenaga kerjanya juga mesti mempunyai ketrampilan serta pengetahuan oke mengenai langkah membuat ekstrak. 

Diluar itu, produk OHT harus juga lewat uji praklinis di laboratorium untuk menguji efektivitas, keamanan, serta toksisitas obat sebelum diperjual-belikan. 

Satu produk obat tradisionil komersil sah termasuk OHT bila memberikan logo serta tulisan “OBAT HERBAL TERSTANDAR” berbentuk lingkaran berisi jari-jari daun 3 pasang serta diletakkan di bagian atas kiri dari wadah, pembungkus, atau brosurnya. 

Contoh produk OHT di Indonesia ialah Kiranti, Antangin, serta Tolak Angin. 

Fitofarmaka 

Sama dengan OHT, produk fitofarmaka terbuat dari ekstrak atau sari bahan alam berbentuk tanaman, sari binatang, ataupun mineral. Perbedaannya, fitofarmaka ialah type obat bahan alam yang efektivitas serta keamanannya telah bisa dijajarkan dengan obat moderen. 

Proses produksinya saling berteknologi maju serta telah terstandar seperti OHT, tetapi produk fitofarmaka mesti melalui satu tahan proses pengujian penambahan. Sesudah lewat proses uji praklinis, produk OBA fitofarmaka mesti melakukan uji klinis langsung pada manusia untuk jamin keamanannya. 

Satu produk obat tradisionil bisa di pasarkan ke penduduk bila telah melalui uji praklinis serta klinis. Produk fitofarmaka harus juga memberikan logo serta tulisan “FITOFARMAKA” berbentuk lingkaran berisi jari-jari daun membuat bintang serta diletakkan di bagian atas kiri dari wadah, pembungkus, atau brosurnya.

0 Response to "Macam-Macam Obat Tradisional yang Sering diKonsumsi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel